Ilustrasi: Zakat Penghasilan: Memahami Nisab Sebelum Menghitung 2,5%

Banyak orang langsung mengalikan gajinya dengan 2,5% dan menyebutnya zakat penghasilan. Padahal ada satu gerbang yang harus dilewati lebih dulu: nisab. Bila penghasilan belum mencapai nisab, zakat penghasilan belum wajib — berapapun hasil kali 2,5%-nya. Artikel ini menjelaskan gerbang itu dan angka-angkanya untuk 2026.

Apa itu nisab

Nisab adalah ambang minimal harta atau penghasilan yang membuat zakat menjadi wajib. Untuk zakat penghasilan, nisabnya disetarakan dengan 85 gram emas per tahun. BAZNAS menetapkannya dalam rupiah setiap tahun; untuk 2026, menurut SK Ketua BAZNAS Nomor 15 Tahun 2026, nisabnya Rp91.681.728 per tahun atau Rp7.640.144 per bulan. Angka bulanan inilah yang dibandingkan dengan penghasilan bruto Anda setiap bulan.

Tiga kemungkinan posisi Anda

Pertama, penghasilan jelas di atas nisab: misalnya Rp10.000.000 per bulan. Zakatnya 2,5% × Rp10.000.000 = Rp250.000 per bulan, atau Rp3.000.000 bila Anda memilih membayarnya setahun sekali. Kedua, penghasilan di bawah nisab: misalnya Rp6.000.000. Selisihnya masih Rp1.640.144 dari ambang, jadi zakat penghasilan belum wajib — Anda tetap bisa bersedekah dan berinfak, tetapi sifatnya sukarela, bukan kewajiban zakat. Ketiga, posisi yang paling sering membingungkan: penghasilan berfluktuasi — bulan ramai di atas nisab, bulan sepi di bawahnya. Pendekatan yang umum dipakai adalah menilai bulan berjalan: bulan ketika penghasilan mencapai nisab, zakatnya ditunaikan; yang tidak, tidak wajib.

Bruto, bukan bersih

Detail yang kerap tertukar: zakat penghasilan dihitung dari penghasilan bruto, sebelum dipotong pajak, BPJS, dan cicilan. Logikanya berbeda dengan pajak penghasilan yang mengenal banyak pengurang. Bila Anda menerima penghasilan dari beberapa sumber — gaji utama plus pekerjaan sampingan rutin — keduanya dijumlahkan dulu, baru dibandingkan dengan nisab dan dikenai 2,5%.

Nisab bergerak; periksa setiap tahun

Karena nisab ditambatkan ke harga emas, angka rupiahnya berubah mengikuti harga emas dan ketetapan BAZNAS tahun berjalan. Seseorang yang tahun lalu belum wajib bisa menjadi wajib tahun ini bukan karena gajinya naik, tetapi karena nisabnya bergeser — atau sebaliknya. Itulah sebabnya kalkulator zakat yang baik selalu membiarkan angka nisabnya diubah: angka bawaan hanyalah ketetapan tahun terakhir yang terverifikasi.

Langkah praktis menunaikannya

Mulailah dengan menjumlahkan penghasilan bruto bulan ini, bandingkan dengan Rp7.640.144, dan bila terlampaui, hitung 2,5%-nya. Kalkulator Zakat Penghasilan melakukan persis tiga langkah itu dan menunjukkan posisi Anda terhadap nisabnya secara eksplisit — termasuk bila Anda belum wajib, supaya Anda tahu jaraknya berapa. Zakat kemudian disalurkan melalui amil resmi atau langsung kepada mustahik yang berhak; perhitungan yang benar membuat penyalurannya tenang.

Bagaimana dengan penghasilan tidak teratur?

Pekerja lepas, pemilik usaha kecil, dan penerima komisi tidak punya "gaji bulanan" yang rapi. Untuk mereka, pendekatan yang banyak dipakai adalah menilai penghasilan pada saat diterima: bila dalam satu bulan total penerimaannya mencapai nisab bulanan, zakat 2,5% ditunaikan dari penerimaan bulan itu. Sebagian ulama menganalogikan penghasilan musiman — seperti panen atau proyek tahunan — dengan zakat hasil bumi yang ditunaikan saat panen, dinilai terhadap nisab tahunan Rp91.681.728. Keduanya pendapat yang hidup; yang terpenting adalah Anda memegang satu pendekatan secara konsisten dan tidak memilih-milih yang paling ringan setiap tahunnya.

Satu keraguan yang sering muncul: apakah zakat yang dibayar bisa sekaligus mengurangi pajak? Dalam ketentuan perpajakan Indonesia, zakat yang dibayarkan melalui badan amil resmi dapat menjadi pengurang penghasilan bruto dalam perhitungan pajak, dengan bukti setor yang sah. Jadi menyalurkan lewat amil resmi bukan hanya soal kerapian penyaluran — ada konsekuensi administratif baiknya juga, selama dokumentasinya Anda simpan.

Terakhir, dokumentasikan hitungan Anda. Catatan sederhana — tanggal, penghasilan bruto bulan itu, nisab yang berlaku, dan zakat yang dibayar beserta bukti penyalurannya — membuat Anda bisa menjawab dengan tenang bila suatu saat perlu menengok ke belakang, dan menjadi dasar yang rapi untuk perhitungan tahun berikutnya.

Hitung sendiri angkanya: Kalkulator Zakat Penghasilan berjalan sepenuhnya di browser Anda — tanpa daftar dan tanpa mengirim data ke mana pun.

← Semua artikel blog