Beranda › Kalkulator › Kalkulator Dana Pensiun
Kalkulator Dana Pensiun
Pensiun nyaman dimulai dari satu pertanyaan sederhana: pengeluaran bulanan seperti apa yang Anda inginkan nanti? Dari situ kalkulator bekerja mundur ke target dana dan setoran bulanan Anda hari ini.
Isi angka Anda
Isi formulir untuk melihat hasil.
Contoh hitungan
Usia 30, pensiun 55 (25 tahun), ingin pengeluaran setara Rp5.000.000/bulan nilai hari ini, inflasi 4%: pengeluaran itu saat pensiun menjadi ≈ Rp13.329.182 per bulan (Rp159.950.180 setahun). Target 25× = ≈ Rp3.998.754.497. Tabungan awal Rp50.000.000 dengan return 7% tumbuh menjadi ≈ Rp286.270.910, sehingga setoran yang dibutuhkan ≈ Rp4.582.907 per bulan.
Penjelasan rumus
Angka 25× adalah pendekatan rule-of-thumb yang dikenal sebagai aturan 4%: dana sebesar 25 kali kebutuhan tahunan dianggap cukup untuk membiayai penarikan sekitar 4% per tahun dalam jangka panjang. Itu pendekatan kasar — bukan standar resmi dan bukan jaminan kecukupan — dan kalkulator ini melabelinya demikian secara terbuka. Pengeluaran yang Anda isi adalah nilai hari ini; kalkulator menaikkannya dengan inflasi selama masa persiapan, karena harga saat Anda pensiun tidak akan sama dengan harga sekarang.
Tanya jawab
Kenapa targetnya 25 kali kebutuhan tahunan?
Itu kebalikan dari aturan 4%: menarik 4% per tahun dari dana yang terkumpul. Sifatnya pendekatan awal untuk mendapat orde besaran, bukan perhitungan aktuaria.
Apakah JHT dan JP dari BPJS mengurangi target ini?
Kalkulator tidak mengurangkannya otomatis. Manfaat BPJS dan pensiun dari kantor akan meringankan kebutuhan nyata Anda — anggap hasil di sini sebagai target sisi konservatifnya.
Setorannya terasa terlalu besar. Apa yang bisa digeser?
Tiga tuas utamanya: memperpanjang masa persiapan (pensiun lebih lambat), menaikkan return asumsi dengan instrumen yang sesuai profil risiko, atau menyesuaikan gaya hidup pensiun yang ditargetkan. Coba ubah satu per satu dan lihat dampaknya.